Cicak VS Buaya

Entah siapa yang memulai tapi akhirnya hasilnya sangat mengecewakan seluruh masyarakat Indonesia. Wadhuhemag pada kurang kerjaan ya, knapa sih udah bener-bener negara ini masih ada yang usil ngusik kedamaian institusi yang besar dan berpengaruh ini. saya sering dengar di berita, baca di blog dan bahkan di warung-warung makan aja di bahas tentang hal ini.

Saya akan mencoba mengungkapkan pendapat saya tentang hal ini. (doh) mulai dari mana ya??hmm… oke dah, begini sebuah institusi memiliki pegawai-pegawai yang ada di lingkupnya masing-masing taruhlah itu POLRI nah di sana POLRI itu sebuah institusi sedangkan KAPOLRI dan lain-lainnya itu hanya jabatan. Sehingga salah besar bila misalkan kita di tilang dan kemudian bilang “ah polisi itu gini-gitu” karena yang melakukan itu adalah personnya jadi tidak semua polisi begitu karena dengan kata lain perkataan anda tadi merupakan kata untuk Instansinya wadoh ribet ya…

Tentu saja KPK (komisi pemberantasan korupsi) dari namanya aja udah ketauan kalau orang-orang yang berkecimpung di dalamnya bekerja untuk memberantas korupsi di Bumi Indonesia ini. Sebuah Institusi besar yang memiliki tangung jawab yang besar ini tentu saja ber imbas kepada orang-orang yang ada di dalamnya termasuk Keua dan wakilnya yang sekarang jadi bahan pembicaraan di semua media baik cetak maupun elektronik.

Seperti yang saya bilang tadi bahwa entah siapa yang memulai duluan, yang jelas sekarang ini para “TIKUS-TIKUS” atau biasa di bilang koruptor sangat senang karena bisa bebas bergoyang (haha maksutnya???) karena KPK sudah tumpul lagi. KPK sudah kehilangan Taringnya yang selama ini di gunakan untuk mejerat para “Tikus”. Gimana jadinya Indonesia tanpa KPK dan POLRI?

Harusnya dua Institusi itu saling mendukung dan bekerjasama kok malah jadi perang tanding gini. Masyarakat kan jadi bingung dan akhirnya terbelah menjadi kelompok-kelompok pembela masing-masing institusi. Ahh….

AYO Bersatu Bangsaku!! Bukan terpecah belah gini…

bangkitkan semangat nasionalisme kita ..

salam..^^

This entry was posted in renungan. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply