Kekerasan OSPEK perlu ngak sih??

OSPEK

Hmm…

Kata-kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita sebagai mahasiswa baru yang akan menginjak bangku perkuliahan. OSPEK sebagai suatu wadah orientasi mahasiswa atau pengenalan lingkungan kampus yang diharapkan dapat menjadikan mahasiswa baru lebih mengenal wilayah atau lingkup dimana dia akan belajar dan mencari teman-teman baru di kampus kadang disalah artikan oleh beberapa orang dengan kata “kekerasan”. Dan kadang hanya untuk menutupi kata OSPEK itu di ganti dengan istilah istilah yang sebenarnya sama konsepnya tetapi cuman ganti nama aja. seperti ORMA(orientasi Mahasiswa), SASIDIWA dan banyak lagi.

Terkadang ospek menjadi sebuah ajang untuk balas dendam para senior kepada maba(mahasiswa baru) yang timbul karena perlakuan yang sama telah dia dapat dari senior terdahulu. Hmm…benar-benar konsep dan penyimpangan yang menurut saya salah kaprah. Karena seorang mahasiswa seharusnya memiliki pola pikir yang lebih dewasa dan lebih mengerti akan jatidirinya, seorang mahasiswa sudah tidak perlu kekerasan untuk menyelesaikan semua permasalahan hidupnya karena mahasiswa sudah di tuntut untuk berfikir lebih maju, dewasa dan realistis sehingga istilah “pemuda adalah tulang punggung bangsa” bisa terpenuhi dengan baik. Bagaimana bangsa bisa maju kalau mahasiswanya saling gontok-gontokan karena hal sepele.

Bangsa ini butuh pemikiran yang logis bukan kekerasan apalagi dengan saudara sebangsa sendiri. Nasionalisme yang mulai luntur di masa sekarang mungkin menjadi alasan kenapa klaim-klaim kebudayaan kita oleh bangsa asing kurang di tanggapi dengan serius, tidak seperti jaman Bung Karno yang notabene masih menjunjung nilai kebangsaan, nasionalisme dan persatuan bangsa. OSPEK seharusnya bisa menjadi tolak ukur kedewasaan pemuda bangsa tidak harus dengan kekerasan tetapi dengan pendidikan moral yang di tata lebih baik, persatuan yang di pupuk kembali, dan pembentukan karakter dengan perkenalan UKM dan HMJ yang akan membawa mahasiswa baru lebih mengenal jatidirinya, lingkungan kampusnya dan juga lebih bisa menghargai kebersamaan dan persatuan demi menciptakan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Maju Pemuda Indonesia. buat bangga para pendirimu…

salam^^

This entry was posted in renungan. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

2 Comments

  1. Mufti Al Hamid Bin Hasyeem
    Posted September 14, 2009 at 11:22 pm | Permalink
    Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 Windows XP Windows XP
    Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.9.0.1) Gecko/2008070208 Firefox/3.0.1

    ideaLis bgt sih katan2nya pRend.. :)
    hahaha..kLo gw niE yah..gw kaSih oPtion aJa tseRah bRotHer miKirnya gmn..
    DoELoE gw d OSPEK 1 smEster, daN oSpek gw bKn oSpek reSmi kmpuz (aRtinya IlegaL), seTiap saBtu qt dkmpuLin boaT meNjadi teMpat pLampiasan paRa seNior (mngKin mReka m’baLas aTo apaLah istiLahnya..aTo mReka cm tiRu2 boaT benTak2 aJa..)

    taPi bRo,steLah diLakukan investivigasi dan anaLisis mendaLam, baik seCara strukturaL atopun teoRikaL terNyata ditemukan baHwa “oSPEK” tdk meLuLu jeLeg aLias ada manfaatnya jg..
    FAKTA:
    1. Satu angkatan kita jadi lebih soLid–> teRbukti bgt,,yang awaLnya qt ga kenaL n ga peduLi satu ma yg laen..steLah ada saLah seOrang dr qt kena bentaK dr seNior..qt ngeLawan n beLain tmen qt yg awaLnya masa bodoh (pRasaan senasib). Dan jgn saLah, :indonesia meRdeka kaRena ada pRasaan seNasib: ngRasa sama2 d jajah: lalu mReka boaT unite: daLam 1wadah: Indonesia.
    2. Ospek nyetak mentaL qt, kedisipLinan juga: dan jgn saLah “penGhoRmatan ke sEnior” iTu trnyata perLu..coBa ada adEk kLas dr bRother yg manggiL nama ejeg’an bRother d kLas. misaL bRother d panggiL “monYet”, tRus ada adeK kLas yg ga tau nama asLi bRother ktemu d jaLan n ngRasa sok keNaL: apa yg ia lakukan: pasti dia bakaL pgL anda “monyet” lo drmana??”
    3. Pada dasaRnya OSPEK bkn boat pngenaLan lingkungan aJa n bKn t4 seNior boang2 amaraHnya aJa,,tetaPi boat ngupaS jati diRi qt..Qta ambiL contoH: adanya OSPEK d tahun 80’an-90’an, nyetak mahasiswa kRitis n bisa btahan daLam situasi apapun..coba d suRvei n d bandingin ma maHasiswa sKrg, yg mngkn seRing bRantem m tmen senDiri, nGrasa beneR n sOk ber ideaLis sendiRi (tmasuk gw)

    TeRseRah bRother ngarTiinya gmn,, yg gw paparin td terLepas dr “pemukuLan fiSik” loh ya..hakhakhakzzz…

    • sachty
      Posted September 17, 2009 at 3:17 pm | Permalink
      Firefox 3.5.2 Firefox 3.5.2 Windows XP Windows XP
      Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; id; rv:1.9.1.2) Gecko/20090729 Firefox/3.5.2

      Thanks Gan commentnya
      Betul sekali argumennya dan saya juga gak memungkiri bahwa OSPEK itu banyak manfaatnya dan kurang lebihnya seperti argumen sampean. Jelas banyak teman akan di dapat, tapi untuk mencapai apa itu kekompakan, solidaritas, dan membantu menemukan jati diri, minat dan bakat seseorang tidak perlu dengan kekerasan. Banyak cara lebih manusiawi yang bisa di lakukan Gan untuk mendapatkan manfaat2 tersebut.
      apakah perlu dunia pendidikan Indonesia tercoreng lagi seperti contoh ini?? tanpa mengurangi rasa hormat terhadap Universitas tersebut. Itu hanya 1 dari banyak contoh kekerasan di OSPEK yang mengakibatkan kematian.
      Mungkin kita bisa ikut memajukan bangsa dengan cara yang menunjukkan kita Mahasiswa…Calon pemimpin bangsa yang bermartabat dan ber Ilmu.
      ^^

Leave a Reply