Install Webmin Pada Ubuntu 12.04 Server

webmin adalah aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk melakukan administrasi sistem. Keunggulan utama dari webmin adalah standarisasi. Dengan menggunakan webmin anda bisa dengan mudah menambah user account, setting webserver , DNS , file Sharing dan lain-lain hanya dengan melalui sebuah web browser. Dengan menggunakan Webmin kita tidak dibutuhkan lagi merubah file konfigurasi seperti /etc/passwd secara manual, dan kita dapat melakukan ini dari lokal system maupun remote dari komputer lain asal terhubung dengan jaringan internet maupun intranet dimana webmin terinstall.

Cara install webmin di Ubuntu 12.04, adalah mengedit sources.list :

sudo nano /etc/apt/sources.list 

tambahkan repository berikut


deb http://download.webmin.com/download/repository sarge contrib
deb http://webmin.mirror.somersettechsolutions.co.uk/repository sarge contrib

Save dan langkah selanjutnya adalah dengan mengimpor GPG Key :

wget http://www.webmin.com/jcameron-key.asc sudo apt-key add jcameron-key.asc

Kemudian lakukan update repositori :

sudo apt-get update

setelah selesai maka siap untuk install webmin dengan perintah :

sudo apt-get install webmin

Ketika proses instalasi selesai dan tidak terdapat masalah, Kita dapat mengkakses webmin dengan menggunakan browser kemudian masukkan http://ipserver:10000 pada address bar browser Anda.

*port default webmin adalah 10000

demikian langkah instalasi webmin. semoga dapat bermanfaat  (worship)

Posted in server, share IT | Leave a comment

Disable Server Signature Web Server

untuk disable signature webserver dalam hal ini adalah apache akan dibahas dua cara untuk melakukannya.

melalui .htaccess

dengan htaccess tinggal tambahkan saja baris berikut

# Disable server signature
ServerSignature Off

melalui file apache2.conf atau httpd.conf

tambahkan baris berikut

ServerSignature Off

apabila sudah ada dan statusnya ServerSignature On edit dan ganti menjadi ServerSignature Off  

jangan lupa untuk melakukan restart service apache setelah melakukan konfigurasi.
Selamat mencoba.  (bye) 
Posted in blog, share IT, web server | Leave a comment

Menampilkan Category Tertentu Pada Singgle Page WordPress

Pada halaman panduan pemula tersebut,  saya hanya menampilkan seluruh artikel dari kategori “Panduan Pemula WordPress dan“Tutorial Wordress” saja. Karena memang pembuatan halaman statis tersebut saya khususkan untuk memuat artikel-artikel pemula wordpress dan beberapa tutorialwordpress. Cara membuatnya tidak terlalu sulit, apabila anda tertarik silahkan ikuti langkah-langkahnya berikut ini :

    • masuk ke folder template yang sedang  digunakan sekarang, kemudian pada folder template tersebut, buat 1 file PHP baru dan beri nama artikel.php
    • Setelah itu buka file page.php yang terdapat pada folder template tersebut. Salin semua isi dari page.php kemudian paste pada file artikel.php yang dibuat tadi.
    • Masih pada file artikel.php, salin kode di bawah ini kemudian simpan sebelum code <?php get_header(); ?>
<?php
/*
Template Name: Kategori yang ditampilkan
*/
?>

Halaman Statis Kategori hanyalah nama dari template yang akan anda buat saat ini, nama tersebut bisa anda rubah-rubah sesuai dengan keinginan anda.

  • Save dulu, kemudian anda buka kembali artikel.php lalu cari code di bawah ini
<?php if (have_posts()) : ?>
<?php while (have_posts()) : the_post(); ?>
  • Ganti kode di atas dengan kode di bawah
<?php if (have_posts()) : ?>
<?php
$paged = (get_query_var('paged')) ? get_query_var('paged') : 1;
	$args=array(
	   'category_name'=>'Nama kategori anda',
	   'ignore_sticky_posts'=>1,
	   'paged'=>$paged,
	   );
	query_posts($args);
?>
<?php while (have_posts()) : the_post(); ?>

Tulisan yang ‘Nama kategori anda’ silahkan diganti dengan nama kategori yang akan digunakan.

    • Save, kemudian silahkan masuk kehalaman admin blog wordpressnya.
    • klik Add New pada PAGES.
    • Isi judul halamannya, kemudian silahkan lihat kesebelah kanan ada Page Attributes. silahkan pilih yang telah dibuat tadi
    • publish dan bisa di cek untuk melihat hasilnya
Semoga dapat membantu :-)
Posted in blog, share IT | 3 Responses

Membuat Redirect Dengan .htaccess

Sebagai file konfigurasi, htaccess adalah. Sangat kuat. Bahkan sedikit kesalahan sintaks saja dapat mengakibatkan konten website tidak ditampilkan dengan optimal atau bisa dikatakan rusak. Karena .htaccess adalah file yang tersembunyi, pastikan konfigurasinya sudah tepat agar website atau blog dapat berjalan dengan normal. untuk membuat redirect menggunakan file .htaccess adalah sebagai berikut

Arahkan seluruh situs ke URL yang berbeda, seperti domain.net diarahkan ke domain.com:
# Hal ini memungkinkan Anda untuk mengarahkan seluruh situs Web Anda ke domain lainnya

Redirect 301 / http://domain.com/

Redirect index.html ke subfolder yang spesifik:
# Hal ini memungkinkan Anda untuk mengarahkan index.html ke subfolder tertentu

Redirect /index.html http:///sakti.us/newdirectory/

Redirect file lama ke path file baru:
# Redirect path file lama ke path file yang baru

Redirect /olddirectory/oldfile.html http://sakti.us/newdirectory/newfile.html

saya sarankan agar sebelum melakukan editing .htaccess, isi file tersebut sudah di backup terlebih dahulu. agar meminimalisir kemungkinan terjadi error dan hal yang tidak di inginkan. Semoga dapat membantu dan selamat mencoba :-)

Posted in blog, programming, share IT, teknologi | Leave a comment

Membuat Redirect Page

bagaimana membuat suatu redirect page dalam website yang kita buat? ada beberapa cara, berikut adalah penjelasannya :

untuk membuat suatu redirect yang langsung kearah web lain atau page yang akan kita tuju dengan tanpa jeda yaitu dengan membuat script berikut dalam file index.php

<?php
header( ‘Location: http://sakti.us/’ ) ;
?>

sedangkan apabila membutuhkan jeda untuk beberapa detik dapat menggunakan script berikut

<meta http-equiv="refresh" content="3; url=http://sakti.us/">

script tersebut diletakkan diantara <head> dan </head> maka script tersebut akan membuat jeda selama 3 detik untuk menuju ke website yang akan di tuju. apabila akan memberikan jeda selama 10 detik maka tinggal ubah saja angka 3 menjadi 10.

dapat juga dilakukan dengan javascript yaitu dengan membuat script berikut akan mendirect secara langsung

<script type="text/JavaScript">
location.replace('http://sakti.us');
</script>

sedangkan apabila membutuhkan jeda yaitu dengan script berikut :

<script type="text/JavaScript">
setTimeout("location.href = 'http://sakti.us';",5*1000);
</script>
 Demikian penjelasan singkat dari saya, semoga dapat bermanfaat. :-)
Posted in blog, internet, share IT | Leave a comment

Enable htaccess Apache Web Server

.htaccess adalah file yang dapat berisi perintah-perintah untuk webserver Apache. Ditempatkan pada sebuah direktori di bawah document root website dan akan perintah-perintah yang di dalamnya akan berefek pada file-file maupun subdirektori di bawah direktori tersebut. Dengan .htaccess kita dapat memproteksi sebuah direktori, mengubah opsi tampilan direktori oleh Apache, mengubah asosiasi ekstensi dan handler, dll. Intinya, hampir segala sesuatu kustomisasi yang dapat dilakukan oleh Apache, dapat kita terapkan di .htaccess ini. File .htaccess adalah perpanjangan file konfigurasi Apache yang dapat tersebar di setiap direktori yang diinginkan.

contoh yang sering ditemui adalah ketika kita custom setting permalink pada wordpress atau cms yang lain maka membutuhkan htaccess ini.

bagaimana untuk mengaktifkannya?karena secara default setelah install apache tidak akan langsung enable tapi kita harus mengaktifkannya. untuk mengaktifkannya adalah membuka dan mengedit file yang sama seperti posting sebelumnya yaitu dengan cara buka file konfigurasinya :

sudo nano  /etc/apache2/sites-available/default

kemudian rubah script

        <Directory /var/www/>
                Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
                AllowOverride None
                Order allow,deny
                allow from all
        </Directory>

menjadi

        <Directory /var/www/>
                Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
                AllowOverride All
                Order allow,deny
                allow from all
        </Directory>

Yang perlu di perhatikan adalah yang dirubah dari None menjadi All kemudian letak directorynya apabila ada di /var/www/ tetap seperti itu, apabila letak file .htaccessnya di folder yang lain maka perlu dirubah directorynya sesuai dengan letak file .htaccess tersebut berada.

dalam aktifasi .htaccess di apache membutuhkan modul rewrite  atau mod_rewrite sehingga kita perlu mengaktifkannya juga apabila belum di aktifkan, untuk mengeceknya adalah dengan mengetikkan perintah

sudo apache2ctl -M

apabila belum ada maka kita perlu mengaktifkannya dengan perintah ;

sudo a2enmod rewrite

dengan demikian file .htaccess dapat digunakan sesuai dengan keinginan dan fungsinya. Semoga bermanfaat :-)

Posted in server, share IT, web server | Leave a comment

Mengganti Document Root Apache Web Server

dalam dunia web server dalam hal ini yang dibahas apache di Linux terkadang kita sering harus mengganti root document web server kita atau bisa di katakan tidak harus pada /var/www/ akan tetapi bisa di pindah ke folder lain sesuai dengan keinginan kita. maka yang harus di edit untuk menyesuaikan keinginan kita adalah pada script yang berada pada file /etc/apache2/sites-available/default dengan mengetikkan perintah

sudo nano  /etc/apache2/sites-available/default

kemudian pada tiga baris atas kita perhatikan defaultnya adalah :


<VirtualHost *:80>
ServerAdmin webmaster@localhost

DocumentRoot /var/www

kemudian kita rubah /var/www/ tersebut menjadi folder keinginan kita misalkan

<VirtualHost *:80>
   ServerAdmin webmaster@localhost
   DocumentRoot /home/user/website/

setelah itu jangan lupa untuk restart service apache…

/etc/init.d/apache2 restart

untuk melakukan pengecekan bisa membuat file php info misalnya pada folder  /home/user/website/

nano /home/user/website/index.php

dan di isi dengan

<? phpinfo(); ?>

apabila sudah dapat di akses berarti sudah dapat digunakan dengan normal. Selamat Mencoba (bye)

Posted in server, share IT, web server | Leave a comment

Membuat Alias di Apache Web Server

apabila kita menggunakan folder selain /var/www untuk dapat di akses adalah dengan membuat alias. dalam hal ini yang dibahas yaitu apache pada apache web server. cukup mudah penerapannya yaitu hanya dengan menambahkan script pada

 /etc/apache2/apache2.conf  

dengan menambahkan script :

Alias /alias "/home/user/alias"
<Directory "/home/user/alias" >
     Options Indexes FollowSymLinks
     AllowOverride None
     Order allow,deny
     Allow from all
</Directory>

setelah selesai jangan lupa save kemudian restart service apache sehingga dapat kita akses alias tersebut dengan membuka browser dan mengakses alamat

localhost/alias

Posted in server, share IT, web server | Leave a comment

Ubuntu Software Center Tidak Dapat Dibuka

pada sistem operasi khususnya ubuntu terkadang kita akan menemukan permasalahan ini yaitu Ubuntu Software Center Tidak dapat di buka.

errornya kurang lebih adalah seperti ini, apabila ditanyakan bagaimana bisa menemukan error tersebut? ya buka software-center dari terminal nanti akan muncul errornya apa.

 File “/usr/lib/python2.6/dist-packages/softwareproperties/gtk/SoftwarePropertiesGtk.py”, line 87, in __init__
    SoftwareProperties.__init__(self, options=options, datadir=datadir)
  File “/usr/lib/python2.6/dist-packages/softwareproperties/SoftwareProperties.py”, line 90, in __init__
    self.reload_sourceslist()
  File “/usr/lib/python2.6/dist-packages/softwareproperties/SoftwareProperties.py”, line 538, in reload_sourceslist
    self.distro.get_sources(self.sourceslist)    
  File “/usr/lib/python2.6/dist-packages/aptsources/distro.py”, line 90, in get_sources
    raise NoDistroTemplateException(“Error: could not find a “
aptsources.distro.NoDistroTemplateException: Error: could not find a distribution template

bagaimana cara mengatasinya?

cara mengatasinya adalah edit file /etc/lsb-release

# nano /etc/lsb-release

dan pastikan baris pertama berisikan bila tidak berisikan Ubuntu silahkan diganti dengan Ubuntu

DISTRIB_ID=Ubuntu

jangan di rubah karena tidak akan bisa melakukan load module Ubuntu dan tidak akan bisa membuka Software Center.

Selamat mencoba  :-D

Posted in aplication, desktop, share IT, teknologi | Leave a comment

Tutorial Crontab

Cron / Crontab adalah penjadwal pekerjaan di sistem operasi komputer seperti Unix. “cron” adalah singkatan dari “chronograph”.
Cron memungkinkan pengguna untuk menjadwal pekerjaan (perintah atau shell script) untuk berjalan secara otomatis pada waktu atau tanggal tertentu. Hal ini umumnya digunakan untuk melakukan pemeliharaan atau administrasi sistem, meskipun mempunyai tujuan yang bersifat umum, cron dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti menghubungkan ke internet dan download email.

Aplikasi ini berjalan dibalik layar atau biasa di sebut dengan Daemon yang biasa digunakan untuk membuat backup secara otomatis, sinkronisasi files, dan masih banyak lagi kegunaannya tergantung kebutuhan.

1. Install Cron
Untuk melakukan instalasi dalam turunan debian dapat melakukannya dengan :

# apt-get install cron

2. Konfigurasi Crontab

Untuk melakukan konfigurasi penjadwalannya dapat dilakukan dalam file konfigurasinya yang dapat di akses dengan mengetikkan perintah

# crontab -e

sementara editornya dapat dilakukan dengan editor yang biasa kita gunakan nano, pico, vi atau vim.

Format penulisan penjadwalannya adalah sebagai berikut

* * * * * /home/data/filecron.sh

penjelasannya :

dalam bahasa indonesianya adalah seperti berikut ini :

.---------------- menit (0 - 59) 
|  .------------- jam (0 - 23)
|  |  .---------- hari dalam bulan (1 - 31)
|  |  |  .------- bulan (1 - 12) ATAU jan,feb,mar,apr ... 
|  |  |  |  .---- hari dalam minggu (0 - 6) (Sunday=0 or 7)  ATAU sun,mon,tue,wed,thu,fri,sat 
|  |  |  |  |
*  *  *  *  *  perintah yang dijalankan

Contoh : Continue reading “Tutorial Crontab” »

Posted in server, share IT, teknologi, web server | Tagged | 1 Response